Selasa, 09 Desember 2014
Selasa, 30 September 2014
Manusia Budi Luhur
Posted By: Unknown - 01.59
Manusia Budi Luhur
Tuhan, dalam
menciptakan semesta alam ini, lengkap dengan semua isinya (satu paket), di mana
bumi ini juga di isi oleh tumbuh tumbuhan, binatang/hewan, batuan, udara dan
sebagainya. Manusia juga termasuk di dalamnya. Manusia dengan kodratnya diberi
akal budi, di samping komponen-komponen lain yang juga di miliki hewan, tumbuh
tumbuhan dan sebagainya.
Manusia secara
etimologi disebut mens, artinya “sesuatu
yang berfikir”. Dalam bahasa yunani yaitu antrophos yang pada mulanya memiliki
arti “seorang yang melihat ke atas”, tapi kemudian memiliki arti wajah manusia.
Manusia di sebut juga dengan istilah ”homo” , pada bahasa latin memiliki arti
yang hadir di muka bumi. Arti kata “homo” memiliki dua dimensi tentang manusia.
Dimendi pertama
: dimensi pertama bahwa manusia itu makhluk ciptaan yang berarti sama dengan
makhluk ciptaan yang lain. Dalam pengertian ini istilah “homo” sama dengan
istilah basyar dan al-ins, sebuah sebutan bagi manusia yang suka makan, minum,
tidur, buas, dan kejam seperti layaknya binatang.
Dimensi kedua
: bahwa manusia itu lebih utamadari makhluk yang lain, manusia yang memiliki
tingkat kehidupan yang lebih tinggi berupa kehidupan sepiritual dan
intelektual. Dalam dimensi ini istilah “homo” tidak berbeda dengan istilah
al-insan yaitu sebutan bagi manusia yang memiliki potensi rohani seperti
fitrah, kalbu dan akal, dalam bahasa sederhananya adalah manusia yang telah di
bekali akal budi. komponen akal budi ini tidak di miliki makhluk lain selain
manusia. Manusia di anggap sebagai “makhluk multi dimensi” homo spesien, homo
religion, homo ekonomikus dan lain sebagainya. Atas dasar ini kemudian manusia
memproklamirkan sebagai ciptaan tuhan yang tertinggi derajatnya. Mari kita
renungkan sejenak, betulkah yang demikian itu? Bukankah itu hanyalah
kesombongan manusia belaka? Jawaban yang sesungguhnya hanya tuhan yang tau.
Manun, semakin
kita pelajari dan di teliti, namun pernyataan di atas sangat mengejutkan bahkan
menggelikan. Betapa tidak, realita kehidupan di dunia ini menunjukkan tidak
sedikit manusia yang bertindak melebihi binatang. sebagai gambaran marilah kita
lihat sebagai misal : harimau tidak pernah makan selain binatang (binatang
tertentu), apalagi harimau tidak prnah makan ruput/tumbuh tumbuhandan segabainya.
Hal ini berbeda dengan manusia selain makan daging manusia juga memakan tumbuh
tumbuhan, buah-buahan dan lain lain.tidakkah yang demikian itu manusia jauh
lebih rakus dan jahat di bandingkan dengan harimau. Contoh lain adalah ular,
meskipun ular sering di gambarkan sebagai iblis sekalipun, tidak pernah ular
makan rumput, tidak pernah makan buah buahan, hanya maka katak dan sejenisnya. Oleh
karena itu dalam renungan penulis, kalau di bandingkan denang sifat hewan, maka
sifat manusia dapet di bagi menjadi empat macam, yaitu:
1. Mannusia yang
masih bersifat hewan
2. Manusia yang
masih berdifat setengah hewan
3. Manusia yang
tidak bersifat hewan namun rasa angkuhnyamasih sangat tinggi (hanya berfikir
demi dirinya sendiri)
4. Manusia budi
luhur
DRS.Djaitun, HS,
memahami hakikat budi luhur (jakarta: yayasan budi luhur cakti 2013), 20-21
Langganan:
Komentar (Atom)
Popular
Tags
Videos